Tampilkan postingan dengan label Riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2011

Ulang-Ulang Poteh, Si Mujarab Yang Ditinggalkan

"Aku bersujud pada Allah berpedoman pada Nabi...Aku berwujud pada Allah bergantung pada Nabi."
    Lantunan syair khas Melayu Riau disenandungkan tak henti-hentinya oleh seorang lelaki berpakaian hitam-hitam. Memecah kesunyian malam di Pekanbaru pada akhir Juli lalu. Bau kemenyan semerbak ke udara bercampur dengan hawa sejuk malam itu.

         Mengenakan ikat kepala kuning, lelaki tersebut menutup bagian belakang tubuhnya dengan kain putih. Lelaki yang akrab disapa Bomo atau dukun besar tersebut memutar kepalanya dari ke kiri dan ke kanan. Sepuluh orang asisten yang berada di belakangnya sibuk meramuk racikan, tanda dimulainya pengobatan ala Sakai.

Kamis, 19 Mei 2011

Mengilir, Membayar Utang Setiap Tahun

                                           "Hidup nak jaya, mati nak sempurna.
                                            Josiah nak panjang, buang sekalian bala. 
                                            Hanung mukmin seselang, 
       Ampuni dosa dan piala, nan tepebuat di dunia.
       Karena tangan menjangkau, dan mulut berbicara."
 

   Petatah-petitih permintaan pengampunan dalam dialek Talang Mamak tersebut keluar lancar dari mulut lelaki muda berkopiah.

        Hari itu adalah perayaan Idul Adha Rabu (18/11) malam.  Patih Majuan (23), pria muda itu, mengenakan kemeja kotak-kota dan bersarung, sementara mulutnya berbicara, tangannya menyembah Tuk Tumenggung yang duduk di atas sofa.

        Sementara rekannya sibuk membakar kemenyan dan membawa ayam dan persembahan lainnya.

Ini Melayu Ncik..


  Rabu (18/5) pagi adalah waktu yang paling dinanti. Terutama untuk kedua pasang calon wali kota Pekanbaru 2011-2016, Ir Firdaus MT-Ayat Cahyadi dan Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk.
  Helat akbar, Pemilukada,dilangsungkan, dengan jumlah pemilih 536.113 di 1.250 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Pekanbaru.
  Awalnya, aku tidak tertarik dengan Pemilukada.Apalagi sejak jauh hari, calon  kuat Firdaus sudah melakukan sosialisasi.
  Tetapi menjadi tertarik, ketika istri Gubernur Riau yang masih aktif HM Rusli Zainal, Septina, bertarung.
  Menurut pengakuan Firdaus, ia merupakan kader dari wali kota Pekanbaru, Herman Abdullah dan Rusli Zainal. Dia digadang-gadangkan jadi calon tunggal wali kota, dengan salah satu prasyarat wakilnya adalah Septina.
  Firdaus setuju saja atas usulan seniornya tersebut. Apalagi Rusli memberinya jabatan strategis yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum Riau. Tujuannya, tempias dari uang proyek multiyears milik Gubernur bisa disisihkan untuk dana kampanye.

Sabtu, 19 Maret 2011

Habis Hutan Lenyap Pula Adat

@antara
Sukur menatap semu sekelilingnya sambil mengisap rokok yang terselip di jemarinya. 

Dia menikmati asap-asap putih yang keluar dari mulutnya hanya dengan menggunakan cawot, semacam kain yang menutup alat kelaminnya, sabil duduk di papan kayu. 

Papan kayu berukuran satu kali satu setengah meter itu berada di bawah tenda tak berdinding beratapkan terpal hitam.

Pada pertengahan Juli itu, ia berdiam diri di pondok menunggu kedatangan istri dan anaknya dari bermalam, sebutan bagi orang rimba yang mencari ikan di sungai. 

"Sudah habis semua hutan, hanya ini yang tersisa," ujar Sukur, anggota suku Anak Dalam yang bermukim di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), di perbatasan Riau-Jambi,Kabupaten Tebo, Jambi.