"Hidup nak jaya, mati nak sempurna.
Josiah nak panjang, buang sekalian bala.
Hanung mukmin seselang,
Ampuni dosa dan piala, nan tepebuat di dunia.
Karena tangan menjangkau, dan mulut berbicara."
Petatah-petitih permintaan pengampunan dalam dialek Talang Mamak tersebut keluar lancar dari mulut lelaki muda berkopiah.
Hari itu adalah perayaan Idul Adha Rabu (18/11) malam. Patih Majuan (23), pria muda itu, mengenakan kemeja kotak-kota dan bersarung, sementara mulutnya berbicara, tangannya menyembah Tuk Tumenggung yang duduk di atas sofa.
Sementara rekannya sibuk membakar kemenyan dan membawa ayam dan persembahan lainnya.