Tampilkan postingan dengan label Pekanbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pekanbaru. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

Ini Melayu Ncik..


  Rabu (18/5) pagi adalah waktu yang paling dinanti. Terutama untuk kedua pasang calon wali kota Pekanbaru 2011-2016, Ir Firdaus MT-Ayat Cahyadi dan Septina Primawati Rusli-Erizal Muluk.
  Helat akbar, Pemilukada,dilangsungkan, dengan jumlah pemilih 536.113 di 1.250 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Pekanbaru.
  Awalnya, aku tidak tertarik dengan Pemilukada.Apalagi sejak jauh hari, calon  kuat Firdaus sudah melakukan sosialisasi.
  Tetapi menjadi tertarik, ketika istri Gubernur Riau yang masih aktif HM Rusli Zainal, Septina, bertarung.
  Menurut pengakuan Firdaus, ia merupakan kader dari wali kota Pekanbaru, Herman Abdullah dan Rusli Zainal. Dia digadang-gadangkan jadi calon tunggal wali kota, dengan salah satu prasyarat wakilnya adalah Septina.
  Firdaus setuju saja atas usulan seniornya tersebut. Apalagi Rusli memberinya jabatan strategis yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum Riau. Tujuannya, tempias dari uang proyek multiyears milik Gubernur bisa disisihkan untuk dana kampanye.

Rabu, 09 Maret 2011

Derita Amelina, Kisah Sedih Sabtu Sore

 "Pen...Pen...Pen," panggil seorang anak perempuan yang tergolek di Ruang Combustio, Cendrawasih I Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, Selasa siang. 

Bau daging busuk menyeruak ke seisi ruangan berpenghuni tiga pasien itu.

Mengetahui namanya dipanggil, Penius Jaluhu (20) segera datang mendekat.

Sekujur tubuh anak perempuan itu dibalut perban putih. Hanya wajah pada kepala tak berambut saja yang tak diperban. 

Dengan sigap Penius mengambil kertas kardus di samping ranjang, lalu mengipaskannya ke arah anak perempuan yang tak lain adiknya itu.

"Lapar Pen," pintanya lemah. 

Dengan sekuat tenaga, anak perempuan itu mencoba menggerakkan kepalanya dan menatap lemah kepada abangnya itu. Peni hanya bisa diam diri.

Jam menunjukkan pukul 11.10 WIB, waktu makan siang belumlah tiba. 

Ia hanya bisa tersenyum sembari terus mengibaskan kardus ke arah Amelina (11), nama sang adik.

Sesekali ia menutup hidungnya. Bau daging kembali memenuhi ruangan, kendati perawat silih berganti membersihkan bekas luka pada adik pertamanya tersebut. 

Berdua dengan adiknya, Toda (8), dia merawat Amelina dengan sepenuh hati. 

Sudah empat hari Amelina dirujuk di RSUD Arifin Achmad, setelah sebelumnya dirawat di RSUD Pasir Pengaraian, Rokan Hulu.

Ya, Amelina adalah korban kekejaman Bajatulus (26), ayah tirinya yang telah memperkosanya itu.