Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 November 2017

Membuat Berita itu Mudah

Sumpah, menulis berita atau artikel itu mudah….
Saya tak harus mengambil kuliah jurnalistik untuk bisa menulis sebuah artikel. Latar belakang pendidikan saya adalah teknik industri, yang tak memiliki kaitan dengan tulis-menulis. Namun memang saya suka membaca.
Pertama kali menulis, ketika masuk Riau Pos. Sebuah harian terbesar di Riau, kampung halaman saya. Hanya butuh waktu dua hari pelatihan, kami kemudian langsung ke lapangan. Sebegitu mudahnya kan…
Jadi begini, sebelum menulis sebuah artikel. Kita harus mengumpulkan informasi terlebih dahulu.  Misalnya, ada kecelakaan bus masuk jurang dan menewaskan 30 dari 83 jumlah penumpang.  Kita kumpulkan informasi sebanyak2nya dengan rumus 5W+1 H yakni who, what, where, when, why, how.

Sabtu, 14 November 2015

Berita, Opini Publik dan Komunikasi Politik




A.    PENDAHULUAN

Suatu komunikasi atau informasi yang dihantarkan melalui media massa tentunya baik secara sengaja maupun tidak akan berpengaruh atau menimbulkan efek bagi penerima/pemirsanya. Jika dilihat dari muatan informasinya, maka isi dari informasi di media massa secara garis besar dapat digolongkan menjadi berita dan komunikasi politik. Secara umum, kedua jenis informasi ini akan berpengaruh kepada tingkat pengetahuan, opini dan perilaku pemirsanya, baik secara sengaja maupun tidak. Secara sengaja artinya, efek telah direncanakan atau didesain oleh sang pembuat informasi agar pemirsanya memiliki pengetahuan, opini dan perilaku tertentu yang diinginkan. Secara tidak sengaja artinya, sang pembuat informasi murni memberikan informasi tanpa maksud untuk mengarahkan atau menciptakan pengetahuan, opini ataupun perilaku tertentu dari pemirsanya. Contoh efek yang disengaja adalah informasi yang bersifat propaganda, misalnya sang pemberi informasi ingin pemirsanya di dalam populasi tertentu memiliki kebencian terhadap praktik premanisme. Maka, informasi yang diberikan dibuat menampilkan berbagai hal negatif yang ditimbulkan premanisme dan bagaimana masyarakat akan dirugikan karenanya. Mendapat berbagai informasi tersebut, maka pemirsanya akan membenci praktik premanisme, persis seperti yang diinginkan oleh sang pemberi informasi. Sedangkan contoh efek yang tidak disengaja misalnya media massa murni memberitakan mengenai hasil riset bagaimana pola hidup tidak seimbang antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari dapat menyebabkan tekanan dan tingkat stress tertentu yang akhirnya meningkatkan risiko terhadap penyakit kritis. Menerima informasi seperti ini, banyak pemirsa di dalam satu populasi akhirnya mulai memperbaiki pola hidup mereka supaya lebih seimbang dan terhindar dari stres.