A.
PENDAHULUAN
Suatu komunikasi
atau informasi yang dihantarkan melalui media massa tentunya baik secara
sengaja maupun tidak akan berpengaruh atau menimbulkan efek bagi
penerima/pemirsanya. Jika dilihat dari muatan informasinya, maka isi dari
informasi di media massa secara garis besar dapat digolongkan menjadi berita
dan komunikasi politik. Secara umum, kedua jenis informasi ini akan berpengaruh
kepada tingkat pengetahuan, opini dan perilaku pemirsanya, baik secara sengaja
maupun tidak. Secara sengaja artinya, efek telah direncanakan atau didesain
oleh sang pembuat informasi agar pemirsanya memiliki pengetahuan, opini dan
perilaku tertentu yang diinginkan. Secara tidak sengaja artinya, sang pembuat
informasi murni memberikan informasi tanpa maksud untuk mengarahkan atau
menciptakan pengetahuan, opini ataupun perilaku tertentu dari pemirsanya.
Contoh efek yang disengaja adalah informasi yang bersifat propaganda, misalnya
sang pemberi informasi ingin pemirsanya di dalam populasi tertentu memiliki
kebencian terhadap praktik premanisme. Maka, informasi yang diberikan dibuat
menampilkan berbagai hal negatif yang ditimbulkan premanisme dan bagaimana
masyarakat akan dirugikan karenanya. Mendapat berbagai informasi tersebut, maka
pemirsanya akan membenci praktik premanisme, persis seperti yang diinginkan
oleh sang pemberi informasi. Sedangkan contoh efek yang tidak disengaja
misalnya media massa murni memberitakan mengenai hasil riset bagaimana pola
hidup tidak seimbang antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari dapat
menyebabkan tekanan dan tingkat stress tertentu yang akhirnya meningkatkan risiko
terhadap penyakit kritis. Menerima informasi seperti ini, banyak pemirsa di
dalam satu populasi akhirnya mulai memperbaiki pola hidup mereka supaya lebih seimbang
dan terhindar dari stres.