Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 September 2018

Tips Hemat Di Singapura

Singapura, negara kota yang persis berhadapan dengan Provinsi Kepulauan Riau, tidak hanya dikenal sebagai negara denda tetapi juga negara dengan biaya hidup yang mahal.

Survei yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit's (EIU) pada 2017 menyebutkan Singapore termasuk ranking teratas untuk tingginya biaya hidup. Terutama bagi para ekspatriat.

Apalagi bagi kita yang berasal dari Indonesia, yang mana rupiah amat sangat lemah. Dalam satu bulan, rate nya bisa berubah drastis. Contohnya, saya ketika menginjakkan kaki di negeri singa ini pada pertengahan Juli 2018, nilai tukar SGD ke IDR sekitar Rp10.500, namun sekarang pada akhir September 2018, nilai tukarnya meningkat menjadi Rp11.000. Apalagi kalau gajinya dalam rupiah. Sedihnya hati ini. Hiks.

Minggu, 21 Januari 2018

Ribetnya Pakai Paspor Elektronik

Beberapa hari lalu melancong ke negeri tetangga. Tepatnya bukan pure melancong, melainkan berobat. Untuk pertama kalinya, paspor elektronik yang jadi pada November lalu digunakan.
Paspor elektronik itu paspor yang ada chip di sampul depannya. Sampul covernya agak keras dibanding paspor biasa dan juga menurut saya riskan sobek. Isi dalamnya okelah, warna warni menampilkan ciri khas Indonesia.
Sampai di bandara CGK, chekin beres kemudian imigrasi. Di sinilah letak perbedaan yang autogate (yang menggunakan paspor elektronik) dan yang tidak.
Kalau pakai paspor elektronik, ga perlu ikut antrean panjang banget. Ga gabung sama rombongan umroh, yang kadang bikin kaki pegel ngantre saking panjangnya. Dengan mudah cukup melenggang saja melewati imigrasi.
Eh melenggang, saya salah kalau bilang ini melenggang, karena sebenarnya ribet juga. Pasalnya alat pemindai tidak sensitif. Kemudian ga ada petugas yang membantu kita saat akan memindai. Adanya diujung gate.
Kemudian kalau berhasil memindai, selanjutnya sidik jari. Sidik jari yang digunakan hanya satu. Ga perlu dua jari seperti ketika berurusan dengan petugas imigrasi manual. Tapi lagi-lagi , permasalahannya adalah alatnya ga responsif. Beberapa kali coba gagal terus. Akhirnya sama petugasnya diujung disuruh scan setiap jari. Kalau dihitung-hitung, habis waktu 15 menit cuma buat itu aja.

Rabu, 10 Agustus 2011

Hanna Tajima Wannabe

  Hanna Tajima Simpson...ya nama itu akhir-akhir ini akrab di telinga saya. Bermula dari sahabat saya Ida Nurcahyani yang menyarankan agar saya mengubah penampilan dalam mengenakan jilbab yang terlalu monoton. Well, saya memang hanya bisa memodifikasi kan jilbab. Lalu, dia kemudian menunjukkan video tutorial menggunakan jilbab seperti Hanna Tajima...

  Begitu melihatnya...wow, hanya kata itu yang terucap oleh saya. Keren... caranya berjilbab yang menarik menginspirasi saya.





Saya penasaran dan kemudian gugling tentang si Hanna Tajima ini. Nih dia artikelnya :


Hana Tajima Simpson, siapa fashionista Inggris yang tak mengenalnya? Lama bergelut dengan dunia mode, ia kini menekuni lini busana Muslimah trendy namun tetap syar'i, dengan label Maysaa.
Busana-busana rancangannya kerap diulas majalah mode negeri itu. Bahkan, majalah sekelas Vogue pun pernah memajang kreasinya.
Ciri rancangan Hana adalah simpel, mengikuti tren, dan tentu saja, tetap syar'i. Rancangannya jauh dari kesan bahwa busana Muslimah itu harus kedodoran, padanan warnanya norak, dan tak rapi.
"Menjadi Muslimah di negara barat dapat sedikit enakutkan. Anda tahu, busana juga bisa menciptakan sesuatu yang akan membantu Muslimah di mana-mana terus termotivasi untuk tetap mengenakan hijab namun juga "diterima" karena pakaian mereka," ujarnya.
Hana belajar dari pengalamannya. Ia menjadi mualaf lima tahun lalu. Sejak bersyahadat, ia memutuskan untuk berbusana Muslimah. "Seluruh pakaian masa lalu, saya wariskan pada adik perempuan saya," ujarnya.
Ia memadupadan sendiri penampilannya. Hingga akhirnya ia sadar, harus berbuat sesuatu untuk "mendandani" Muslimah. Maka ia merintis blog fashion, sebelum akhirnya membuat majalah mode dan lini produk sendiri, Maysaa.
***