Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Agustus 2011

Hanna Tajima Wannabe

  Hanna Tajima Simpson...ya nama itu akhir-akhir ini akrab di telinga saya. Bermula dari sahabat saya Ida Nurcahyani yang menyarankan agar saya mengubah penampilan dalam mengenakan jilbab yang terlalu monoton. Well, saya memang hanya bisa memodifikasi kan jilbab. Lalu, dia kemudian menunjukkan video tutorial menggunakan jilbab seperti Hanna Tajima...

  Begitu melihatnya...wow, hanya kata itu yang terucap oleh saya. Keren... caranya berjilbab yang menarik menginspirasi saya.





Saya penasaran dan kemudian gugling tentang si Hanna Tajima ini. Nih dia artikelnya :


Hana Tajima Simpson, siapa fashionista Inggris yang tak mengenalnya? Lama bergelut dengan dunia mode, ia kini menekuni lini busana Muslimah trendy namun tetap syar'i, dengan label Maysaa.
Busana-busana rancangannya kerap diulas majalah mode negeri itu. Bahkan, majalah sekelas Vogue pun pernah memajang kreasinya.
Ciri rancangan Hana adalah simpel, mengikuti tren, dan tentu saja, tetap syar'i. Rancangannya jauh dari kesan bahwa busana Muslimah itu harus kedodoran, padanan warnanya norak, dan tak rapi.
"Menjadi Muslimah di negara barat dapat sedikit enakutkan. Anda tahu, busana juga bisa menciptakan sesuatu yang akan membantu Muslimah di mana-mana terus termotivasi untuk tetap mengenakan hijab namun juga "diterima" karena pakaian mereka," ujarnya.
Hana belajar dari pengalamannya. Ia menjadi mualaf lima tahun lalu. Sejak bersyahadat, ia memutuskan untuk berbusana Muslimah. "Seluruh pakaian masa lalu, saya wariskan pada adik perempuan saya," ujarnya.
Ia memadupadan sendiri penampilannya. Hingga akhirnya ia sadar, harus berbuat sesuatu untuk "mendandani" Muslimah. Maka ia merintis blog fashion, sebelum akhirnya membuat majalah mode dan lini produk sendiri, Maysaa.
***

Kamis, 19 Mei 2011

Si Gagap


  Bagaimana jika seorang gagap menjadi raja? Untuk hal sepele, semacam berkomunikasi saja ia sulit. Apalagi mendapatkan kepercayaan sebagai raja.

  Liburan selama empat hari di pertengahan Mei, saya habiskan dengan menonton film. Salah satunya yakni The King Speech. Bercerita tentang Raja George VI, si gagap yang mau tak mau harus menerima tahta.
  Film yang di angkat dari kisah nyata ini memang tersaji dalam tampilan yang tidak membosankan. Cerita yang unik, gambar yang segar membawa para penonton dalam rasa lucu yang berubah menjadi haru.
  Awalnya ketika mendengar seorang pemimpin berbicara gagap memang terasa lucu, tapi setelah penterjemahan cerita membawa penonton menelusuri sebuah pilihan hidup yang menjadi sulit karena gagapnya seorang pemimpin maka keadaan menjadi haru dan sangat menyentuh hati.