Senin, 20 Juni 2011

Hikayat Si Pembelot


  "Tidak ada teman sejati dan tidak ada musuh abadi, yang ada hanya kepentingan"
  Jargon ini sering ku dengar dalam politik. Tapi aku baru menyadarinya setelah menghadiri sidang gugatan hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Pekanbaru di Mahkamah Konstitusi.
  Calon wali kota yang tak lain istri Gubernur Riau, Septina Primawati Rusli dan pasangannya Erizal Muluk, menggugat kemenangan pasangan Firdaus-Ayat yang sudah disahkan KPU.
  Mereka tidak terima dengan kemenangan dengan alasan berbagai kecurangan yang ditemukan. Karena itu mereka membawa 70 saksi ke MK. (Bayangkan 70 saksi).

Menjelang Seperempat Abad

  Masih setengah tak percaya, aku kembali menjadi penghuni kamar berukuran 3x3 meter. Kembali ke ibu kota negara ini dengan segala hiruk pikuknya. Kembali menjadi bagian hutan beton belantara.
  Aku kembali menjadi penghuni kos setelah delapan bulan merasakan nikmatnya hidup di rumah sendiri di Pekanbaru. Ya, Pekanbaru, kampung halaman keduaku, ibu kota Provinsi Riau.
  Aku masih tak percaya, mengapa aku bisa  kembali ke Jakarta setelah dua tahun meninggalkannya.
  Jakarta, bukanlah tempat  yang nyaman untuk hidup dan berkeluarga. Makanya aku memutuskan pindah keAirmolek kampung halamanku. Alasannya sederhana, hanya ingin dekat dengan keluarga.
 Sebenarnya, pada mulanya kepindahanku ini karena keterpaksaan. Bahkan di kemudian hari ini aku berpikir ini adalah akal-akalan abangku saja.

Minggu, 19 Juni 2011

Abangku yang Hebat

  Nama abangku Dasnir, biasa dipanggil Ides. Ketika kecil, namanya sering diledekin teman-temanku, karena namanya seperti perempuan. Dan aku, adalah orang pertama yang mengajak temanku itu untuk berkelahi. Ipul, Rudi atau Ulan sudah pernah merasakan tendanganku.
 Abangku ini sebenarnya bukanlah saudara kandungku. Ibunya dan bapakku bersaudara tiri. Ketika aku kecil dan ditinggalkan ibu dan bapakku,ibunya yang seorang janda berinisiatif untuk merawat aku.
Jadilah aku, anak korban perceraian yang dirawat ibu (aku biasanya memanggilnya mak) dan abangku.

Rabu, 01 Juni 2011

Bus Schedules to Soekarno Hatta Airport



No.Trayek Tarif Jam brkt I Interval 
 1.Gambir  Rp 20.000,- 04.00  wib15-30 menit  
 2.Rawamangun  Rp 20.000,-04.00 wib 15-30 menit 
 3.Blok M  Rp 20.000,- 04.00 wib 15-30 menit 
 4.Tanjung Priok  Rp 20.000,- 04.00 wib 15-30 menit 
 5.Kemayoran  Rp 20.000,- 04.00 wib 15-30 menit 
 6.Kampung Rambutan  Rp 20.000,- 04.00 wib 15-30 menit 
 7.Pasar Minggu  Rp 20.000,- 04.00 wib 15-30 menit 
 8.Bogor  Rp 30.000,- *)  04.00 wib 15-30 menit 
 9.Bekasi  Rp 28.000,- *)  04.00 wib 15-30 menit 
 10.Lebak Bulus  Rp 20.000,- 04.00 wib 15-30 menit 
 11.Serang -BantenRp28.000,- *)  04.00 wib 15-30 menit 
 12.Cikarang  Rp30.000,- *)  04.00 wib 15-30 menit 
13.Kota Harapan Indah, BekasiRp28.000,- *)04.00 wib15-30 menit

June

Welcome June. June always special for me. I think June meaningfull than other months. I dont know...
But first day in June, I feel so bored. Everything can be change every minutes. Next Ied Mubarak, I can not go to Air Molek because we are not holiday. So tomorrow, I will go to Riau to see my mom.

Kamis, 26 Mei 2011

Mengilir, Paying Debt Each Year

    "Hidup nak jaya, mati nak sempurna
  Josiah nak panjang, buang sekalian   bala
  Hanung mukmin seselang
  Ampuni dosa dan piala,
  Nan tepebuat di dunia.
  Karena tangan menjangkau, dan mulut   berbicara.",
 
Majuan worship to the Tumenggung
   Forgiveness sentences on the Talang Mamak dialect out smoothly from fez young man.
  That day was the celebration of Eid al-Adha on Wednesday (18/11) night. Patih Majuan (23), the young man, wearing a checkered shirt and sarong, while his mouth to speak. His hands worship Tuk Tumenggung who sits on the couch.
  While his partner was burning incense and bringing chicken and other tributes.
  Patih Majuan(23), newly appointed leader of the highest indigenous Talang Mamak people who live in the interior of Indragiri Hulu. He replaces Patih Gading, two months ago.
  He was doing Mengilir, a routine activity conducted twice a year. After worship, he slow back out and then hand over livestock and crops on Tuk Tumenggung.
  Then followed the Batin (head of village level) Talang Mamak yakni Batin Talang Gedabu, Talang Parit, Talang Perigi, Talang Durian Cacar, Talang Sei Limau and penghulu Anak Talang.
   After doing worship for three times, then the Mangku (representative of Mind) make offerings. Until finally Tuk Tumenggung talk and accept his offering. Following the tradition of "Mengilir" is finished, the group went on the show by eating together.
  Mengilir, on the Riau Malay language has a meaning walk downstream. For the people of Talang Mamak, Mengilir not only have the sense to walk into the downstream but also worship the king to pay the debt.
  This is done twice a year either during the celebration of Eid al-Fitr and Eid al-Adha. Top of the celebration took place on Eid al-Adha.

Politisi Dipuji, Politisi Dimaki

  Ini Kamis, 26 Mei tertera di almanak. Satu bulan menuju ulang tahunku yang ke seperempat abad. Kamis ini, bagi sebagian besar kerabatku nun jauh di Indragiri Hulu, Riau adalah hari kelabu.
  Hari ini Ketua DPRD Indragiri Hulu yang berasal dari Partai Golkar, H Marpoli resmi ditahan.
  Marpoli merupakan saudara jauhku. Tepatnya saudara bawaan, karena abang sepupuku, Dasnir, menikah dengan adiknya.
  Ia merupakan politisi cukup disegani di Indragiri Hulu. Tim sukses pemenangan Rusli Zainal sebagai Gubernur Riau dan Yopie Arianto sebagai Bupati Indragiri Hulu.
  Dia ditahan karena (katanya) korupsi dana APBD periode 2005-2008 sebanyak Rp1,48 miliar. Korupsi ini sendiri sebenarnya dilakukan berjamaah dengan total Rp116 miliar. Dan metodenya pun unik, kasbon APBD.